Gubernur: Sajikan Pangan Lokal Di Kegiatan Pemerintahan

Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menginstruksikan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah provinsi setempat, untuk menyajikan dan konsumsi pangan lokal dalam setiap kegiatan pemerintahan.

Ia menilai aktivitas pemerintahan lebih banyak diwarnai dengan konsumsi buah-buah impor, seperti jeruk dan apel. Selain itu ada juga makanan berupa nasi putih yang tinggi karbohidrat dan lauk berkolesterol tinggi.

“Ini yang harus segera diubah, diganti dengan makanan lokal yang lebih sehat,” kata Rusli, Rabu.

Pihaknya berharap kepada ketua DPRD serta rekan anggota dewan lainnya, dalam setiap rapat resmi untuk mendorong program panganan lokal, dimana sudah ada Perda.

“Di antaranya jagung rebus, ubi jalar, singkong dan lainnya,” ia menambahkan.

Selain untuk menjaga kesehatan, mendorong pangan lokal yang penting agar menggairahkan para petani dan penjual panganan daerah.

Ia meminta kebijakan ini agar segera diterapkan awal November 2017 nanti.

“Saya berharap para penjual bahan baku ini sejahtera, banyak pedagang pangan lokal di pasar tradisional dan di pinggiran jalan, dan itu hasil produksi petani Gorontalo, karena itu mari kita bantu sejahterakan mereka,” tegasnya.

Provinsi Gorontalo sendiri sejak tahun 2015 sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2015 tentang Pembelajaran ilmu gizi berbasis makanan khas daerah Gorontalo.

Perda ini selain mengatur tentang pembelajaran ilmu gizi berbasis makanan khas Gorontalo dalam setiap satuan pendidikan formal, juga mewajibkan konsumsi menu khas daerah pada setiap acara formal dan informal.

Perda tersebut juga merinci berdasarkan kelompok makanan yang menjadi makanan khas Gorontalo. Untuk makanan pokok ada 15 menu makanan pokok dengan bahan utama yang digunakan adalah jagung, sagu, singkong, ubi jalar dan beras.
Editor: Hence Paat

Categories: Berita

Comments are closed