RAKERNAS II GORONTALO

“Indonesia Jaya Berdasarkan Kepemimpinan Yang Unggul dan Gotong-royong”

oleh

Dr. Bakri Arbie dan Razif Halik Uno.

Abstrak;

Gunawan Mohammad mengatakan bahwa unsur penting dari suatu bangsa adalah manusianya,budayanya, sistem, penguasaan iptek, penerapan etika dan moral serta estetika.Cina meskipun belum mencapai tingkat ideal dari enam parameter tersebut diatas telah berhasil membangun bangsanya dengan mengangkat sekitar 400juta rakyatnya lepas dari kemiskinan selama 2 dekade.

Berdasarkan pengamatan mulai dari tahun 1960 hingga saat ini, Indonesia, Korea Selatan dan Cina hampir setara pada awalnya namun bisa melampaui Indonesia dalam waktu 2 dekade terakhir.

Mengapa hal ini bisa terjadi ? Penulis berasumsi bahwa enam parameter tersebut diatas bahwasanya ketiga negara hampir mempunyai kesamaan pada awalnya. Namun Cina mulai berkelit maju sejak era Deng Tsau Ping, Korea Selatan mulai bergeliat dimulai oleh Presiden

Park dan Indonesia pernah bergerak maju ekonominya di zaman Soeharto.Kalau Cina dan Korea Selatan berhasil lepas dari jebakan amp, ambang masuk perangkap, namun Indonesia belum berhasil lepas dari amp. Berdasarkan pengamatan diatas maka kami mengajukan tesis yaitu Indonesia dapat menuju kejayaan berdasarkan Kepemimpinan yang Unggul dan Gotong royong. Hanya kepemimpinan yang kuat dengan niat baik untuk rakyat dan tidak terpesona oleh materi, maka Indonesia dapat lepas dari ambang masuk perangkap middle income trap.

Gotongroyong adalah budaya kerjasama bangsa yang hampir terlupakan yang intinya adalah kerjasama atau sinergi seluruh komponen penting bangsa atau dalam ilmu modern disebut sebagai Sistem Inovasi Nasional.ini berarti kalau para pemimpin mulai dari Presiden hingga Lurah mempunyai kepemimpinan yang unggul dan menjalankan gotong royong secara efektif maka, Insya Allah Indonesia Jaya dapat tercapai dalam satu dekade kedepan.Era baru kepemerintahan Presiden Jokowi memperlihatan gejala dan tanda tanda optimisme baru menuju Indonesia Jaya.

Pendahuluan.

 

Mengingat waktu untuk persiapan makalah maka akan dibuat 2 versi yaitu versi singkat dan versi standar dalam pembuatan makalah.

Dalam versi singkat ini kita melihat enam parameter GM yang diajukan Gunawan Mohammad, kemudian melihat bagaimana kepemimpinan yang unggul dan gotong royong berupa system inovasi nasional dapat mengatasi kekurangan yang mungkin ada dari parameter GM ditiga negara yaitu Indonesia, Cina dan Korea Selatan.

Pisau analisis dan uji coba untuk pelaksanaan akan menggunakan konsep Dave Gray yang ditulis dalam bukunya The Connected Company, yang menguraikan cara yang mumpuni untuk melakukan perubahan budaya kerja dalam suatu lembaga baik pemerintah maupun swasta.

Saudara Indra Uno dalam tesis S-3 di UI mengajukan unsur agama sebagai faktor penting untuk perubahan dan hal ini cukup mendapat tanggapan positif dari Universitas Auburn, USA untuk ditelusuri lebih lanjut.Faktor agama begitu penting untuk dibahas terutama dengan perkembangan yang terjadi di Timur Tengah yang merupakan tempat lahimya agama agama namun kedamaian tak kunjung tiba.Sedangan untuk kasus Indonesia yang mana terdapat indikasi korupsi bahkan di Departemen Agama dan ratusan ribu yang naik haji per tahun namun tak dapat membendung arus meningkatnya korupsi.

Pembahasan dalam makalah ini akan dususun mulai dengan pendahuluan kemudian dibahas secara berurutan pisau analisis, kepemimpinan yang unggul, gotong royong yang efektif yang kemudian diikuti dengan tindak lanjut strategik yang dapat diusulkan oleh KKIG kepada para stakeholder baik ditingkat daerah propinsi maupun tingkat nasional.

Suatu strategi yang tepat merupakan penterjemahan dari visi,misi,lambang dll dari suatu lembaga bahkan nation haruslah berupa tindak lanjut berupa program atau action list yang cukup jelas jadwal,sumber daya serta kiat kiat bagaimana para pemimpin yang kuat dapat merealisasikan programnya.Karena ciri utama dari kemampuan seorang pemimpin yaitu kepemimpinan dan kemampuan manajemen yang dapat disarikan menjadi satu kalimat yaitu leader is the capacity to determine outcome, kapasitas dan kompetensi untuk menentukan dan mencapai hasil yang direncanakan.

Misalnya kepemimpinan dan hasil di Cina yaitu kesinambungan ide dan tujuan yaitu dapat sejahterakan rakyat, lepas dari kemiskinan sejumlah 400 juta orang dalam dua dekade. Pisau Analisis Dave Gray (DG).

Saya masih ingat Presiden Megawati pernah mengatakan bahwa sebagian pegawai negeri kita diberi istilah Birokrat Sampah, suatu julukan yang cukup parah. Masalahnya bagaimana kita dapat menghilangkan istilah tersebut sehingga bisa terjadi perubahan mental seperti yang diharapkan Presiden Jokowi yaitu bekerja, bekerja, bekerja.

Karena kami yaitu saya sendiri dan pak Uno adalah kelahiran kota Gorontalo maka untuk makalah kami ambil visi,misi dan lambang Kota Gorontalo sebagai bahan untuk dianalisis. Mengapa pemda yang diambil ? Karena untuk negara berkembang faktor penentu baik dari SDM,dana, maupun aspek legal dan kewajiban merupakan faktor yang dominan di dalam kehidupan berbangsa dan bemegara.

Kota Gorontalo dalam Visi menulis Kota Entrepreneur, Misi; Mewujudkan Masyarakat yang Mandiri dan Religius, sedangkan budaya kerja disebutkan sbb; Proaktif, Inovatif, Kerjasama, Transparan;.Untuk Lambang ; Kedamaian, Kesucian, Keheningan dalam berpikir dan bertindak, Keadilan bagi Rakyat, Persatuan, Perlindungan terhadap Rakyat, Sayap mengangkat rakyat Gorontalo menuju kejayaan.

Konsultan yang terbaik menurut DG adalah orang luar yang datang untuk melihat beberapa hari suasana kerja di suatu kantor dan lembaga untuk melihat nilai yang sudah diungkapkan dalam visi,misi,budaya kerja, lambang dengan realita yang dipraktekan sehari hari oleh organisasi yang bersangkutan.Sang pengamat akan membuat daftar kesenjangan antara kondisi teoritis yang tertulis dengan praktek sehari hari dari para pegawainya.

Laporan juga mengumpulkan asumsi dan pengertian apa yang merupakan petunjuk sehingga para pelaksana mempunyai praktek sehari hari ,berbeda dengan budaya atau nilai yang tertulis secara resmi.Selanjutnya diikuti dengan resep untuk penyembuhan dan perbaikan yang perlu dilakukan.

 

Kepemimpinan yang Unggul dan Gotong royong.

Pemimpin yang unggul sudah banyak ditulis dalam buku maupun makalah.Untuk Asia dapat ditulis Lee Kuan Yew, Mahathir, Deng Tsau Ping para pemimpin yang berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat hingga mencapai income per kapita diatas $ 3500 -5000 dan berhasil naik terus menjadi $ 10.000 bahkan lebih. Ambang masuk perangkap adalah para pemimpin yang pada tahap $ 3500 merasa puas dan kehilangan daya juang dan niat untuk terus menaikkan income per kapita diatas $ 10.000. Karena merasa revolusi sudah selesai maka para pemimpin lengah mencari terobosan baru untuk memajukan ekonomi bangsahya.

Untuk dapat melewatinya suatu terminologi yang sering dipakai dalam literatur adalah perlunya Inovasi, yaitu sinergi dari masyarakat akademis, masyarakat industri dengan masyarakat pemerintah, bekerja bersama secara erat untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi, penciptaan kerja sambil menjaga lingkungan sehingga hasil bangsa dapat dinikmati oleh generasi berikutnya. Pak Kusmayanto , mantan MenRistek mempopulerkan sebagai Triple Heli ABG, Akademisi,pe-Bisnis dan Government/ Pemerintah. Trilogi Pertumbuhan Ekonomi, Penciptaan Kerja dan Pelestarian Lingkungan yang dipakai sebagai 3 jalur strategis dari bangsa bangsa yang mau maju.

Sebagai contoh di Cina untuk investor yang mau masuk Cina maka kordinator untuk bisa masuk investasi adalah Menteri Riset dan Teknologi.Alasannya dapat dibaca pada tulisan pak Ary dalam koleksi tulisan beliau di AIPI.

Menurut penulis gotongroyong atau inovasi dapat dibagi menjadi dua yaitu sistem inovasi nasional dan sistem inovasi daerah, dimana semua unsur ABG bersinergi baik secara nasional maupun didaerah. Dengan demikian maka diharapkan strategi pembangunan dipikirkan secara bersama oleh unsur ABG. Tidak berjalan sendiri sendiri sehingga rawan menghadapi daya saing negara lain yang menggunakan sistem inovasi.

Pemimpin yang Unggul melaksanakan pembangunan ekonomi dengan sinergi triple helix ABG atau Gotong royong dari ketiga unsur penting bangsa. Sedang untuk faktor non ekonomi atau software, berupa budaya, pola pikir maka Indonesia yang mayoritas muslim dapat menggunakan pola pikir yang memulai dengan perubahan paradigma pikir sesuai dengan surah Ar-Rad, yaitu menggunakan Surah Al-Alaq, yaitu setiap manusia hams belajar dan kejar ilmu pengetahuan dari sejak lahir sehingga masuk Hang lahat dan ketiga masyarakat termasuk pemimpin menggunakan surah Al-Baqarah 147 yaitu fastabiqul khairat, yang intinya kita sebagai khalifah dimuka bumi maka tujuan hidup kita adalah untuk kemaslahatan umat manusia.

Pola masyarakat yang rukun ini sudah ditunjukkan oleh Nabi Mohammad SAW di Madinah, oleh pemerintahan muslim di Spanyol dan pemerintahan muslim hingga abad ke 12. Lihat makalah p.Ary tentang perkembangan budaya Islam.

 

Rencana Strategis

Rencana strategis akan dibagi menjadi dua jalur penting yaitu sistem Gotongroyong tingkat nasional atau disebut sebagai Sistem Inovasi Nasional dan Gotongroyong tingkat daerah atau disebut pula sebagai Sistem Inovasi Daerah. Kesemuanya menggunakan pendekatan Triple Helix ABG. Sebagai informasi ada negara yang menyebut untuk sistem inovasi daerah dengan istilah University Led Development yang mana derah perlu memanfaatkan pemikiran para penggagas dari perguruan tinggi yang berada didaerah, sehingga mahasiswa/i menjadi terbiasa dengan aktivitas diderahnya sejak awal.

  1. Untuk Gotong royong Nasional atau Sistem Inovasi Nasional kami mengusulkan sbb:
  2. Kami berpendapat bahwa saat ini adalah kesempatan bagi Indonesia bangkit dan maju berdasarkan Kepemimpinan yang Unggul dan Gotong Royong yang Efektif dari semua komponen Bangsa.
  3. Revolusi mental yang diwacanakan Presiden Jokowi sangat tepat untuk dapat di laksanakan dengan menggunakan referensi Dave Gray yang mengarang buku The Connected Company. Suatu konsep yang baik untuk perubahan budaya kerja baik di lembaga Pemerintah mau pun Swasta dan LSM.
  4. Indonesia dengan Poros Maritim dapat mengikuti Teknologi yang dikembalikan Rusia untuk kapal pemecah es dan kontainer, bertenaga Nuklir yang di bangun Sejak Tahun 1977. Pengalaman sudah cukup banyak sehingga teknologinya dapat di adopsi untuk Indonesia.Pengisian Bahan bakar untuk Nuklir adalah 3 Tahun sekali. Usul kami adalah kapal di bangun oleh PT.PAL dan reaktor dari Rusia dibangun bersama.
  5. PLTN terapung seperti yang direncanakan Pak Habibie dahulu untuk supply daerah yang sudah gawat listrik ya. Pola kerja sama dengan Rusia adalah kapal oleh PT PAL dan reaktor 30 MWe dari Rusia.
  6. Pengembangan teknologi Wing in Ground Effect, suatu alat transport yang melayang 3 atau 4meter diatas laut dengan kecepatan sekitar 120 km per jam, dapat membantu mendukung tol laut sebagai feeder lokal.Saat ini sedang dalam uji coba pesawat WIG dengan 2 penumpang sedangkan untuk 22 penumpang sedang dalam tahap akhir konstruksi di Jerman.
  7. Pengembangan teknologi pemanfaatan tumbuhnya Algae untuk produksi biodiesel dll dengan memodifikasi menjadi Teknologi rakyat sehingga bisa digunakan oleh petani mau pun nelayan. Selain untuk kemandirian energi juga menciptakan kerja bagi para petani dan nelayan.
  8. Pemanfaatan bibit Unggul misalnya padi hasil penelitian Litbang Pertanian dan BAT AN dll dapat digunakan dengan kombinasi dari apa yang telah dikembangkan di Belanda yaitu Agriculture Innovation System, KIT.

Hasilnya adalah swasembada pangan dengan menambah peng hasilkan dari para petani.

Kami dari KKIG siap untuk menyusun TOR dari tiap usulan seandainya di minta.

  1. Untuk sistem Gotongroyong daerah atau Sistem Inovasi Daerah (SID)kami mengusulkan sbb;
  2. Pelaksanaan point 1 dari SIN untuk daerah, pimpinan daerah menjadi pemimpin daerah yang unggul dan menerapkan SID secara konsisten dan efektif,
  3. Melakukan pelaksanaan perbaikan dan efisiensi dengan pola DG sehingga menjadi budaya kerja sehari hari secara rutin dari pemda, dan organisasi lainnya didaerah.
  4. Teknologi Algae untuk produksi bahan bakar diesel dikembangkan sehingga menjadi teknologi rakyat banyak sudah dirintis di UNG dan UMG.
  5. Bibit unggul BATAN sudah mulai diperkenalkan di daerah Gorontalo melalui Pemda dan Sulawesi Utara melalui UNSRAT.
  6. Masalah pelestarian lingkungan dan mempertahankan daerah konservasi agar masih tetap dimanfaatkan oleh generasi masa depan daerah.
  7. Inovasi dengan melakukan inventarisasi potensi daerah yang dikenal sebagai daerah nyiur melambai dll, perlu dipacu sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang dapat menumbukan ekonomi dan penciptaan kerja di derah daerah.Di Serpong terdapat Business Innovation Center yang telah mengumpulkan sekitar 500-an invensi yang mungkin dapat diterapkan diderah daerah,
  8. Bentor yang sudah menjadi fenomena hasil inovasi dari Gorontalo perlu dilakukan untuk menjadi lebih aman dan memenuhi standar keselamatan untuk transport umum.
  9. Perlu dikonfirmasi tentang kadar Air Raksa yang sudah mencapai atau melampaui ambang batas polusi di Sungai Bone dll.Perlu ditangani secara serius untuk menghindari terjadinya Minamata di daerah.

 

 

Kebudayaan Menuju Pembangunan Rakyat Sejahtera.

oleh

Dr. Bakri Arbie

 

 

Latar Belakang

Gorontalo dikenal sebagai Serambi Madinah ; nilai manakah yang dipegang apakah;

Islam sebagai Rahmatin Lil Alamiin; Agama yang membawa Rahmat dan Kesejahteraan

bagi seluruh Umat Manusia dan Alam Semesta;

Apakah Ahlakul Karimah atau Fastabiqul Khairat; Tiadalah Kami Mengutus Kamu Melainkan

untuk menjadi Rahmat bagi Semesta Alam.

Semoga para pemegang pakem budaya Gorontalo dapat memberikan pencerahan dalam hal ini.

Saya mendengar dari pak Ketum KKIG adanya rencana membahas nilai nilai yang dipegang oleh  Bumi Serambi Madinah di Gorontalo pada Rakernas yang akan datang.

Mengapa NILAI ?

Karena nilai yang dipegang merupakan dasar dari Budaya.

Ilmu Budaya Manusia adalah lingkungan karya manusia yang paling intim.

Strategi Kebudayaan manusia tidaklah lengkap bila tidak disertai evaluasi kritis karena terdapat

perbedaan sifat yaitu budaya cenderung statis sedangkan pembangunan bersifat dinamis.

Ilmu Budaya manusia sangat luas antara lain mencakup ilmu kelakuan manusia /psikologi,

ilmu masyarakat manusia/sosiologi dan bahasa manusia/ilmu bahasa.

Disini kita bersentuhan dengan hal hal yang kita sebut manusiawi atau batiniah misalnya niat dan motivasi perbuatan kita, emosi yang dengan sadar kita lupakan atau tidak sadar kita kesampingkan.

Disetiap saat manusia selalu bergulat dengan niat, motivasi dan emosi.

Ternyata ilmu budaya manusia relatif masih muda dari ilmu fisika atau matematika.

Oleh karenanya UNESCO mempunyai CDIS yaitu Culture for Development Indicators yaitu membahas bagaimana dan apa yang disebut indikator budaya yang dapat memajukan pembangunan menuju kesejahteraan rakyat.

Suatu korelasi yang menarik untuk kekuatan suatu bangsa rumusan matematik R.S.Cline sbb;

P  = ( E + M + Cm) ( S + W ).

P kekuatan suatu bangsa,

E ekonomi,

M militer,

Cm critical mass,

S strategi,

W will/niat.

Korelasi diatas mempunyai pasangan untuk melihat kriteria suksesnya suatu kaum untuk menuju sejahtera yaitu;

Kriteria Sukses : Produk + Jasa / KKN + Kebocoran/Kemubaziran + no S + no Decision >> 100.

Kalau bisa sampai 1000.

Produk dan Jasa makin besar dan pembagi Mengecil berarti makin Sukses.

Produk dan Jasa makin besar berarti makin banyak penciptaan kerja.

Dalam pembahasan berikut maka akan kami perkenalkan UNESCO CDIS beserta metodologinya

yang sudah diteliti dan teruji dibeberapa negara sejak tahun 2009, www.unesco.org/culture/CDIS

Metodologi dan strategi CDIS akan sangat baik untuk dipelajari di UNG dan Universitas lainnya di Indonesia, sehingga dapat ditularkan ke masyarakat luas dan menjadi petunjuk bagaimana Indonesia bisa lebih mensejahterakan rakyatnya.

Metodologi Indikator Budaya untuk Pembangunan.

Sebagai kelanjutan dari program CDIS tahun maka setelah uji coba di beberapa negara telah diterbitkan di tahun 2015 apa yang disebut sebagai metodologi dan alat/tools yang menggunakan budaya sebagai penggerak dan pengungkit pertumbuhan masyarakat menuju kesejahteraan secara berkelanjutan.

Beberapa parameter penting yang membimbing masyarakat untuk mempunyai pilihan yang terbaik dalam menjalani kehidupan yang lebih sejahtera dan juga secara harmonis dapat mengikuti proses perubahan dalam masyarakat.

Sejak thn 2009 CDIS mulai mempelajari sbb;

-bagaimana mengopersionalkan budaya untuk kemajuan dengan metodologi dan kebijakan yang sehingga didapatkan data secara kwalitatif dan kwantitatif interaksi antara budaya dan kemajuan.

-mengkaji kondisi dan lingkungan yang serasi agar aset budaya yang ada  di suatu daerah dapat berkembang dan memperlancar proses kemajuan masyarakat.

-mempromosikan dan memasyarakatkan bukti kesuksesan mulai dari formulasi kebijakan hingga pelaksanaan secara nyata sehingga betul terasa positif oleh masyarakat,

Bukti positif yang terasa oleh rakyat dapat diambil dari kriteria masyarakat madani sbb;

-terpenuhinya kebutuhan dasar individu, keluarga dan masyarakat,

-berkembangnya human capital dan social capital yang kondusif menuju terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas kehidupan serta terjalinnya saling percaya dan hubungan sosial antar kelompok dengan tidak adanya diskriminasi,

-mempunyai sifat pluralisme, toleran dan demokrasi,

-perilaku yang beradab, sopan santun, berbudaya tinggi dalam pergaulan sesama manusia atau alam lainnya,M.Hasyim,

-kehidupan sosial yang bercirikan kesukarelaan, keswasembadaan, kemandirian, yang tinggi terhadap negara dan keterikatan dengan norma serta nilai nilai hukum yang diikuti warganya

sehingga menuju sistem sosial yang berdasarkan moral yang menjamin keseimbangan.M.Hikam.

Indikator Budaya yang telah teruji di sebelas negara berkembang terdiri dari 7 dimensi budaya

yang kemudian diuraikan menjadi 22 indikator budaya yang dapat berupa indikator kwalitatif dan kwantitatif yang berkaitan dengan peran budaya dalam pembangunan menuju kesejahteraan rakyat.

Untuk dapat mengoperasionalkan indikator budaya diusulkan berupa pendekatan Triple Helix Plus

yaitu sinergi positif para Akademisi/Budayawan, pe-Bisnis, Pemerintah ditambah dengan LSM terkait.Suatu pendekatan yang pernah diusulkan oleh MenRistek Kusmayanto Kadiman.

Tujuan utamanya adalah sinergi positif yang bersifat operasional sehingga dapat menghilangkan kemiskinan dan kesenjangan ekonomi di masyarakat.

Diharapkan dengan pembangunan masyarakat berdasarkan Indikator Budaya maka diharapkan akan tercipta masyarakat yang berkembang dengan budaya lokal sebagai penggerak dalam menciptakan industri kreatif sekaligus menghasilkan pertumbuhan ekonomi, penciptaan kerja dan keuntungan ekonomis sambil tetap merasakan kepuasaan hidup yang berbudaya.

Pengertian Budaya Pembangunan dapat diuraikan sebagai berikut.

Budaya sebagai aktivitas sektoral termasuk pekerja budaya, artis, pekerjaan kreatif seperti juru masak, fashion dengan budaya lokal, profesional di bidang kreatif baik untuk profit dan non-profit dalam seni budaya, lembaga budaya, museum, galeri, situs budaya, benteng Otanaha, makam para Auliya, perpustakaan, pendidikan dan pelatihan dalam seni memasak, karawo, dll.

Dari segi antropologi budaya merupakan cara hidup,nilai nilai yang diagungkan, norma, pengetahuan atau kearifan lokal dan kepercayaan yang menjadi petunjuk individu maupun masyarakat dalam berpikir dan bertindak.

Pembangunan di definisikan sebagai proses untuk memperluas kemungkinan anggota masyarakat dalam memilih untuk berbuat melalui perkayaan budaya dan kehidupan bermasyarakat yang serasi dan harmonis. Intinya bukan kaya secara ekonomis saja.

Tujuh Dimensi Budaya mencakup;

-Ekonomi terdiri dari GDP, Penciptaan Kerja, Anggaran Rumah Tangga yang berkaitan dengan budaya;

-Pendidikan  mencakup;Pendidikan Inklusif; Pendidikan Bahasa Asing/Lokal, Seni; Pelatihan Ketrampilan,

-Kepemerintahan mencakup adanya standar untuk memajukan budaya; kebijakan dan lembaga ;

infrastruktur untuk masalah kebudayaan, keterlibatan menampung LSM budaya,

-Sosial mencakup partisipasi aktif masyarakat, pemberdayaan masyarakat,praktek kehidupan berbudaya,hubungan saling percaya dalam masyarakat dan kebebasan individu,

-Persamaan Pria dan Wanita mencakup kesetaraan mendapakan kesempatan kerja dan berbuat,kesempatan dalam pendidikan,

-Komunikasi mencakup terbukanya akses informasi, budaya dan pendidikan, kebebasan menyatakan ide dan saran positif,

-Warisan Budaya dan Masa Lampau mencakup pelestarian warisan kuno, hutan dan lingkungan

Kesimpulan.

Telah dibahas secara umum bagaimana budaya dapat merupakan penggerak dan pengungkit

terciptanya masyarakat yang sejahtera dan berbudaya.

Berdasarkan kajian para ahli yang dihimpun oleh UNESCO, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization telah dihasilkan 7 dimensi dan 22 indikator budaya berupa metodologi dan alat/tools untuk pelaksanaannya.

Universitas adalah tempat dilahirkannya ide ide untuk dapat dibahas dan dikaji yang kemudian dapat disebarkan hasil positifnya kepada civitas akademika yang kemudian hasilnya dimasyarakatkan secara luas.

Dalam kenyataannya kita harus dapat menguji kapasitas kita sebagai Propinsi Gorontalo untuk dapat memanfaatkan dan membuktikan bahwa “culture acts as a driver and enabler for development”.

Terima kasih atas kesempatan untuk berpasitipasi dalam Seminar Budaya di UNG.

Jakarta, 4 November 2016.