vey rasa bahagia, Gorontalo berada di urutan ke-6, Kalahkan Rasa Bahagia Warga di Kota-Kota Besar

GORONTALO Hargo.co.id – Penyelenggaraan pembangunan di Gorontalo mungkin masih jauh dari ekspektasi masyarakat. Di sana sini masih terdapat banyak kekurangan. Misalnya, laju pertumbuhan ekonomi yang belum memberikan dampak siginifikan dalam menekan angka kemiskinan yang masih sekitar 17,32 persen atau sebanyak 206.182 jiwa dari jumlah penduduk sekitar 1,2 juta jiwa.

Kemudian tingkat kesenjangan sosial yang masih lebar yang terindikasi dari angka gini ratio 0,419. Belum lagi infrastruktur wilayah yang masih perlu ditingkatkan. Karena ada 77 desa yang masih bermasalah dengan pelayanan air bersih, listrik, jalan dan jembatan serta jaringan telekomunikasi.

Tapi masalah-masalah pembangunan itu tidak menggerus kebahagiaan yang dirasakan oleh masyarakat Gorontalo. Singkatnya, Orang Gorontalo sangat bahagia walau masih menghadapi berbagai macam masalah pembangunan. Jadi kalau ingin bahagia maka hiduplah di Gorontalo.

Tingginya perasaan bahagia masyarakat Gorontalo itu terukur dari indeks kebahagiaan 2017 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik. Gorontalo termasuk 7 (tujuh) provinsi paling bahagia di Indonesia, mengalahkan daerah-daerah yang sudah lebih maju infrastruktur maupun tingkat kesejahteraan masyarakatnya seperti Jakarta, Bali, Bandung maupun kota-kota besar lain di Jawa dan Sumatera.

Adapun tujuh provinsi paling bahagia di Indonesia dengan indeks kebahagiaan diatas poin 73 itu masing-masing Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo dan Kepulauan Riau.

Indeks Kebahagiaan disusun oleh tiga dimensi, yaitu Kepuasan Hidup , Perasaan , dan Makna Hidup. Namun ada 19 indikator yang menjadi rujukan dalam mengukur indeks kebahagiaan hidup. Yaitu, pendidikan dan ketrampilan, pekerjaan/usaha/ kegiatan utama, pendapatan rumah tangga, kesehatan, kondisi rumah dan fasilitas rumah, keharmonisan keluarga, ketersediaan waktu luang, hubungan sosial, keadaan lingkungan, kondisi keamanan, perasaan senang/riang/gembira, perasaan tidak khawatir/cemas, perasaan tidak tertekan, kemandirian, penguasa lingkungan, pengembangan diri, hubungan positif dengan orang lain, tujuan hidup, dan penerimaan diri.

Melihat 19 indikator itu, cukup beralasan bila Gorontalo masuk kategori provinsi paling bahagia. Karena ada beberapa indikator yang memang cukup terpenuhi. Misalnya, indikator menyangkut perasaan tidak tertekan, tidak khawatir, dan kondisi keamanan. Belum lama Gorontalo mendapatkan penghargaan sebagai daerah paling aman di Indonesia. Sehingga tiga indikator itu terpenuhi.

Faktor lain yang juga bisa mempengaruhi adalah kultur masyarakat Gorontalo yang sangat terbuka dan mau membangun hubungan positif dengan orang lain. Sehingga tidak ada rasa was-was bagi warga pendatang yang tinggal di Gorontalo.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh BPS, Indeks kebahagiaan penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding penduduk yang tinggal di pedesaan. Namun untuk kepuasaan hidup sosial, penduduk di wilayah pedesaan lebih baik dari penduduk perkotaan.

Hal menarik lain yang juga terungkap bahwa laki-laki ternyata masih lebih bahagia dari perempuan. Ini terukur dari indeks kebahagiaan penduduk laki-laki mencapai 71,12. Sementara indeks kebahagiaan perempuan 70,30. Indeks dimensi perasaan laki-laki lebih tinggi dari perempuan masing-masing dengan indeks 69,08 dan 68,14. Tapi soal kepuasan hidup, indeks perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki dengan indeks 71,26 dan 70,86.

Untuk status perkawinan, indeks kebahagiaan penduduk yang belum menikah atau masih jomblo cenderung lebih tinggi dari penduduk yang sudah menikah. Tapi soal kepuasan hidup, penduduk sudah menikah lebih baik dari yang belum menikah.

Sementara untuk kategori umur, penduduk dengan usia 24 tahun ke bawah memiliki indeks kebahagiaan tertinggi sebesar 71,29. Tapi semakin bertambah umum maka akan dibarengi indeks dimenasi perasaan hingga batas umur 64 tahun dan setelah itu mengalami penurunan.

Metode pengukuran indeks kebahagiaan yang dilakukan oleh BPS pada 2017 agak berbeda dengan metode yang dilakukan pada 2014 lalu. Pada tahun ini, selain dilakukan survei terhadap dimensi kepuasan hidup, ditambahkan juga dengan dimensi perasaan dan dimensi makna hidup.

Categories: Berita

Comments are closed